Miskin dan
kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat,
khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.Friday, February 22, 2013
Menjadi Majikan Bagi Nasib Diri Sendiri
Miskin dan
kaya adalah nasib ” ini adalah mitos yang berlaku di dalam masyarakat,
khususnya di negara berkembang. Tak terkecuali di negara kita, Indonesia.Masalah? Siapa Takut
Tidak ada
manusia yang terlahir tanpa masalah. Banyak di antara kita menganggap masalah
adalah momok yang menyeramkan, dan tentunya tidak ada manusia yang mau menerima
suatu masalah. Tapi apabila kita mau melihat sisi lain dari suatu masalah kita
sukses mendapatkan pelajaran baru dalam hidup ini.Penyesalan Datangnya Belakangan
Impian.. Impian oh Impian..
Gue adalah seorang mahasiswi semester 5 di salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta. Membahas tentang impian, menurut gue impian itu adalah suatu keinginan dalam diri yang memberikan motivasi kepada kita untuk mencapai keinginan tersebut. Keinginan tersebut dapat kita raih sesuai usaha yang kita lakukan guna merealisasikannya.
Tapi..
Saat ini gue cuma bisa nyesel, nyesel senyesel-nyeselnya. Begini ceritanya…
Waktu gue semester 1, gue getol banget yang namanya belajar. Nilai-nilai yang gue dapet pun min 7 dan semester itu pun gue lalui dengan baik. Bisa dibilang gue adalah seseorang yang cepat puas sama hasil yang udah didapet. Yang akhirnya semester 2 gue agak males belajar.
Masa Depan Adalah Misteri
Semuanya itu disadari John pada saat dia sedang termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.
Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham. Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru.
Sunday, May 22, 2011
Kebahagiaan tergantung dari sudut pandang kita
Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar. Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak-anaknya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus.
Saturday, April 9, 2011
Kejujuran lebih berharga dari emas permata
Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi kepasar untuk berjualan asongan. Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar, terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup.
Saturday, November 21, 2009
Curahan Hati
Dibawah ini ilustrasi motivasi, dimana tiap-tiap bayi saling melontarkan pendapat mereka masing-masing.
“Aku lahir dari buah hati kedua orang tuaku” kata seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah sakit kepada sahabatnya.
“Kalian sungguh beruntung, sewaktu aku lahir, tanpa aku tahu siapa papaku” sahut yang lainnya..
“Wahhh papaku meninggalkan ibuku, setelah aku berada dalam rahim ibuku”
“Wahhh kalian tidak lihat tadi pagi di kamar operasi, bahkan belum sempat dilahirkan hidup ada calon bayi yang sudah meninggal dalam kandungan”
“Hai kawan. Coba lihat, kita masih beruntung bisa lahir dan hidup normal” Ada banyak teman kita yang tidak perlu susah berjuang untuk keluar dari rahim ibunya, cukup dioperasi cesar oleh dokter
Thursday, November 12, 2009
Berikan yang terbaik
Semuanya itu disadari John pada saat dia sedang termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.
Tuesday, October 27, 2009
Hidup, Belajar Dari Kesalahan
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.
Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.
Friday, October 16, 2009
We Create Our Life
Menangislah sejadi-jadinya dalam semalam..
Karena esok harus mulai merintis masa depan..
Tidaklah mungkin bagi manusia untuk hidup tanpa menghadapi masalah dan kesedihan. Dan tidak ada pula manusia yang dilahirkan dalam bentuk “PERFECT”. Sepintar-pintarnya atau setampan-tampannya dia pasti tetap memiliki kecacatan (imperfect).
Kebanyakan orang mengalami stress yang amat sangat begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan bahwa hidup itu bebas dari masalah, Padahal sesungguhnya dengan adanya masalah dan kesedihan, orang-orang dapat bertahan hidup dan menciptakan masa depannya, dan karena ada masalah jugalah seseorang baru dapat menghargai hidupnya. Keinginan bebas dari masalah tentu diinginkan banyak orang, termasuk juga saya dan Anda sekalian :)
Tetapi apakah hidup kita bisa demikian? Tanpa masalah? Tentu tidak donk.. ”Life Is Not Flat”. Hidup kita tidak sedatar layar televisi LCD atau Plasma, juga tidak sedatar kaya jendela. Hidup penuh dengan lika-liku, demikian pula masa depan kita penuh suka dan duka.
Bila kita melihat masalah tersebut sebagai sebuah keindahan. Maka hidup kita akan indah, tetapi bila kita melihat masalah sebagai penderitaan yang amat sangat penuh bebas, maka hidup ini pun serasa di neraka dan terasa penuh beban hidup.
Ada sebuah cerita tentang teman kantorku yang begitu luar biasa. Seperti biasa kami masuk kerja jam 8. Di kantor ada wakil pimpinan yang suka uring-uringan dan terkadan lampiasin ke karyawan yang lain ( kita sebut saja si X) . Pagi-pagi temanku datang udah kena semprot si X yang sedang uring-uringan.
Yah tentu saja kita bisa bayangin betapa dongkolnya hati kita kalau misalnya kita dimarahin tanpa sebab dan alasan yang jelas. Sesampainya di lantai atas kantor tempat aku bekerja, dia pun cerita tentang seluk beluk peristiwa nya. Sampai ada sebuah celotehnnya yang membuat aku sangat tertarik yaitu saat temanku mengatakan “ Jangan membiarkan omelan dari dia (red si X) membuatku bad mud dan merusak hari-hariku yang bahagia ini".
Sungguh luar biasa, dia dapat mengubah dari suatu masalah menjadi suatu faktor pendorong yang dapat memicu agar dia menjadi lebih giat dan semangat dalam bekerja. Dia dapat mengubah energi negatife yang dia terima menjadi energi positif, dimana omelan yang dia terima dapat dia redam tanpa melampiaskan lagi ke orang lain. Kalau dilampiasin lagi kan jadinya energi negatif menjadi energi negatif lagi :)
Jangan karena satu masalah dan kita membuat masalah yg baru,
Jangan karena satu masalah membuat kita menderita selamanya,
Jadikan masalah sebagai tantangan untuk diselesaikan, jadikanlah masalah sebagai batu loncatanmu untuk sebuah kesuksesan.
Bila lari dari masalah sesungguhnya didepan sana masalah yang lebih besar akan menghadang dirimu…
Bila tidak lari dari masalah, maka bila ada masalah yang timbul lagi kemudian, setidaknya kau sudah jauh lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijak dalam melihat semua duduk permasalahannya.
____________________________________
“Sungguh mudah untuk merasa senang
Bila hidup mengalun bagaikan nada
Tetapi manusia yang berharga
Adalah dia yang dapat tersenyum
Ketika hidup sedang suram”
____________________________________
Jadi, mau dibawa kemana hidup dan masa depan kita ini? kita sendiri yang menentukannya..
Thursday, October 8, 2009
Keterbatasan & Masalah ( Bukan ) Akhir Hidup ???
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi
Syukurilah apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini Perlakukan yang terbaik.
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa...

Kisah yang inspirasional buat renungan masa depan kita. Kisah ini pernah diputar di Kick Andy seminggu yang lalu. Pada malam itu acara Kick Andy mengambil topik bertahan hidup ditengah keterbatasan fisik ( melawan nasib demi masa depan).
Keterbatasan fisik yang ditampilkan ada bermacam-macam, ada yang tuna netra, ada yang cacat tidak mempunya kaki sejak lahir, ada yang tidak mempunyai kaki dan memiliki tangan yang sangat kecil..
Salah satu kisah yang aku ambil yaitu tentang Pak Sidik ( pada gambar Bapak yang memakai baju merah ).
Bapak ini mempunyai keterbatasan fisik tidak mempunyai kaki, hal ini dialaminya sejak lahir. Pak Sidik ini walaupun dengan kondisinya yang demikian, dia dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap pagi dengan menggunakan sepeda motor, dia musti membawa kerupuk-kerupuk ke warung langganannya. Ingat bahwa bapak tersebut cacat !!!
Apa jadinya kalau Pak Sidik tersebut putus asa dan menganggap hidupnya dan masa depannya sia-sia?
Tentu dia tidak akan bisa mandiri seperti saat ini. Walaupun dia tidak mempunyai kaki tetapi dia masih memiliki semangat hidup yang luar biasa untuk hidup dan merintis masa depannya. Dia dapat memilih jalan hidup mandiri yang tepat tanpa mengharapkan bantuan belas kasihan dari orang lain.
Tentu kita dapat mengambil hikmah dari kisah itu, dia dapat membuat kecacatan fisik yang dia alami seakan tidak berarti. Dia dapat terus merintis masa depannya walaupun dengan kondisi demikian. “Dari Fisik yang tidak sempurna dapat menjadikan Hidupnya Sempurna”.




Demikian juga gambar diatas yang tak lain dan tak bukan merupakan gambar yang diambil setelah bencana yang melanda kota Padang.
Saya juga turut mengucapkan belasungkawa buat keluarga yang ditinggalkan oleh korban dan semoga amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Kuasa.
Dari peristiwa ini pun saya mendapat pelajaran yang amat berharga, yakni agar dapat menghargai hidup dan masa depan kita. Bencana ini nyaris saja menghancurkan kota Jambi dengan pusat gempa di Kerinci, tapi untung saja bencana ini tidak terjadi. Kita dapat bayangkan betapa pilu jika melihat di televisi, betapa banyak korban dan betapa mirisnya nasib korban-korban yang selamat.
Semoga masyarakat Padang diberi kekuatan okeh Yang Maha Kuasa dan dapat mengambil himah dari bencana ini. Dan rekonstruksi kota Padang akan menjadikan masa depan kota ini lebih cerah, sehingga kota Padang kembali menjadi kota Padang yang indah.
Ingat kalau Tuhan tidak pernah menguji umatnya melebihi kemampuan yang dipunyainya.
Jadi bagaimana, apakah sekarang kita tetap menganggap keterbatasan dan masalah sebagai akhir hidup?
atau keterbatasan dan masalah bukan sebagai akhir hidup?
Semuanya tergantung dari kita sendiri :)
Wednesday, September 30, 2009
Be A Candle Light

Ada sebuah cerita motivasi dibawah ini. Silahkan dibaca dan diambil kesimpulannya. Seorang pemuda tersesat saat ia melalui sebuah hutan lebat yang dipenuhi semak belukar. Lalu, ia dihadapkan dengan gajah besar yang mulai mengejar dirinya. Dia berlari terus dan akhirnya melihat sebuah sumur tua. Dia kemudian berpikir mungkin sumur tua tersebut adalah tempat yang aman baginya untuk bersembunyi. Dia mengintip kedalam dasar sumur tua tersebut dilihatnya ada seekor ular.
Karena tidak ada pilihan lain, makanya dia memilih bergelantungan sebentar pada akar tumbuhan berjalar sampai gajah itu pergi. Tak disangka ada dua ekor tikus (tikus berwarna putih dan hitam) mulai menggigiti akar tumbuhan berjalar tersebut, dia pun menjadi cemas karena tak ingin sampai jatuh ke dasar sumur dan juga dia belum bisa naik ke atas sumur karena masih ada gajah besar di sana.
Diatas sumur tersebut terdapat sebuah pohon, pada salah satu dahan pohon tersebut terdapat sarang lebah yang penuh madu. Madunya pun menetes jatuh ke muka pemuda tersebut. Si pemuda terlalu serakah dan dia mulai menikmati setiap tetesan madu yang jatuh. Lalu seorang pria pun melintas di dekat sumur tersebut dan mendengar suara dari dalam sumur, dia pun mendekat dan menawarkan bantuan pada pemuda tersebut untuk membantu mengeluarkannya dari sumur itu. Namun karena rasa madu tersebut yang begitu nikmat dia pun menolak bantuan dari pria tersebut dan juga mengabaikan keadaan berbahaya yang dia alami.
Dalam cerita diatas mungkin dapat kita uraikan sebagai berikut :
Gajah disini melambangkan kematian. Kematian selalu mengikuti kita dan membuat kita menjadi tidak bahagia. Kita sebagai seorang manusia selalu dikejar-kejar kematian. Kematian pun selalu ada disekeliling kita. Kalau kita ceroboh sedikit saja dapat berakibat fatal baik bagi masa depan kita maupun orang lain.
Maka dari itu peran gajah disini memotivasi kita untuk menghargai hidup kita ini dengan menjadi pelita bagi sesama. (Be a Light Candle For The Other)
Ular disini melambangkan usia tua. Lambat laun kita pasti akan menjadi tua. Sampai saat ini saja apakah semua harapan dan cita-cita kita buat masa depan kita telah dapat kita wujudkan?
Gag usah semua deh, didiskon ajah menjadi ¾ harapan atau mungkin ½ nya saja. Absolutely not, umur kita yang relatif masih muda adalah masa yang sangat krusial buat masa depan kita. Jika kita dapat mampu mewujudkan harapan pada saat kita masih muda, tentunya juga kita mempunyai banyak waktu untuk menikmatinya. Maka dari itu selagi masih muda, kita berusaha memotivasi diri sendiri menyicil sedikit demi sedikit pengalaman, kepandaian, dan kemampuan yang tentu akan menunjang kesuksesan masa depan kita.
Atau kita hanya dapat mengikuti jalannya waktu, dimana umur yang semakin bertambah tetapi tidak diselingi dengan bertambahnya pengalaman, kebijaksanaan, dan kepandaian..
Akar tanaman berjalar melambangkan kehidupan kita sebagai seorang manusia. Dimana kita juga akan mengalami ups and down ( kesenangan dan kesedihan)
Dua ekor Tikus menggambarkan siang dan malam. Dan dua ekor tikus yang menggerogoti akar tanaman tidak lain adalah laksana siang dan malam di dalam kehidupan manusia. Dari detik pertama kita dilahirkan ke dunia ini, pergantian siang dan malam terus memperpendek usia kita.
Pemuda ibarat seperti seseorang yang mempunyai peran penting dalam masa depan kita yang terkadang terlewatkan begitu saja. Seorang baik hati yang datang untuk memberikan bantuan,dorongan,amupun motivasi guna membawa kita ke jalan yang benar.
Atau mungkin dapat juga kita kategorikan peluang dalam hidup kita yang terbuang begitu saja. Yang peluang tersebut takkan terulang kembali.
Contoh : Peluang usaha menjanjikan yang sudah di depan mata seringkali kita abaikan. Kita lebih suka bersantai-santai dan bersenang-senang.
Ataupun peluang kita mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ganteng tetapi kita lewatkan begitu saja karena kita tidak berani mengungkapkan dan melakukan follow up J
Madu adalah kesenangan duniawi yang terus menggoda kita. Dikategorikan menjadi 2 jenis madu.
Madu yang merusak dan madu yang menghambat.
Salah satu contoh madu yang merusak yaitu terjerumus kedalam narkotika. Sedangkan madu yang menghambat yaitu sifat malas yang ada pada setiap manusia.
Tentu saja dari cerita diatas si Pemuda akan dimakan oleh yang namanya usia. Saat dia sedang bersantai,berhura-hura yang kurang bermanfaat, disaat itu pula dia akan dimakan usia.
Dari cerita diatas memotivasi kita memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin dengan kegiatan bermanfaat, memang benar jika kita masih muda maka masa depan kita masih panjang. Tapi apakah harapan orang tua kita yang ingin melihat anaknya sukses, bisa diiringi dengan kemalasan dan sifat suka menunda kita???
Tentu tidak karena semakin kita menunda maka semakin tua diri kita dan juga semakin tua orang tua kita.
(Be a Light Candle For The Other)
Saturday, September 19, 2009
Hikmah Sebuah Kata
Dengan sikapnya yang begitu dia bukannya disegani masyarakat. Eh malahan dia ditakuti dan kalau bisa mereka tidak mau cari masalah dengan dia. Salah-salah malahan bogem mentah melayang.
14 September 2009, Kampung Manggis, 12:34.
Hari itu panas matahari terasa sangat menyengat. Si Banu jalan-jalan di pasar buat membeli keperluan sehari-hari (maklum si Banu kan gag pernah puasa ). Seperti biasa tiap kali Banu jalan-jalan di pasar pasti serasa jalan itu punya engkong nya. Bukan berarti jalanan sepi senyap kayak kuburan lho. Ternyata masyarakat yang ada udah pada nyingkir radius 1 meter dari dia. Salah-salah ada yang nyenggol si Banu, pulang-pulang muka hijau lebam,
Udah udara panas banget tambah masyarakat tidak mau “memperpanas” situasi. Sengaja neh masyarakat tidak mau berurusan dengan si Banu, tiba-tiba ada Bapak paruh baya yang sedang buru-buru menabrak dia sampai barang belanjaannya Banu jatuh berceceran di lantai. Dapat ditebak gimana reaksi si Banu. Mukanya jadi merah, luapan emosinya udah sampai ke ubun-ubun.
Banu : “Hei pak matamu di taroh di mana?”
Banu :”Jelas-jelas badan gwa sebesar ini apa masih kurang gede”
Tanpa sempat berkata apa-apa, Bapak yang gemetaran tersebut langsung di cangking kerah bajunya dan diberi 3 tinjuan.
Masyarakat yang lalu lalang pun hanya dapat iba atas nasib Bapak tersebut dan sepeninggal Banu langsung membantu Bapak tersebut berdiri.
16 September 2009 Kampung Manggis, 14.20.
Saudara si Banu datang dari kampung seberang. Orangnya tenang, sabar, dan tidak gampang emosian, jauh berbeda dengan Banu. Pemuda itu bernama Iman.
Besok nya si Iman ceritanya minta diajak jalan-jalan sama si Banu. Maklum si Iman belum pernah datang ke kampung nya Banu.
Seperti biasa jalan-jalan seakan milik mereka berdua. Kayak jalan tol bebas hambatan, tentu saja karena perangainya Banu.
Ceritanya lagi ada seorang kakek yang menabrak Iman. Bruuuuuuk, keduanya terjatuh. Si Banu membantu Iman berdiri dan kakek tersebut bangun sendiri. Si Banu ikut naik pitam biarpun bukan dirinya yang ditabrak tetapi saudaranya.
Iman : “Kek, Maaf yah udah nabrak kakek. Apakah ada yang luka?”
Kakek :”Gak apa cu, kakek juga salah habis kakek jalan asal nyelonong ajah.”
Pada hari itu si Banu diajarkan si Iman pelajaran berharga mengenai kata “Maaf”.
Pemandangan yang jauh berbeda jika kakek tersebut bertemu sama si Banu, dijamin suasananya pasti akan panas.
Banu tidak mau menerima alasan apapun, jika ada yang telah mengganggunya pasti tangannya ikut “bermain”. Bogem mentah pun melayang.
Dalam perjalanan pulang dia bertanya pada Iman.
Banu :”Man, kog tadi kamu biarin ajah tuh si kakek nabrak kamu?gak kamu hajar ajah tuh kakek?lagian juga bukan kamu yang salah ngapain minta maaf”
Iman :”Gag dunk nu, itu kan hal yang sepele. Emang sih si kakek yang nabrak tapi kan kasihan kalau dia musti digebukin.”
Iman :” Apalah arti kata “Maaf”, biarpun bukan kita yang nabrak dia doloan, tapi dengan adanya kata “Maaf” akan membuat suasana lebih nyaman dan tenang.
Banu :”?????”
Iman:
“Minta Maaf tak berarti kalah.
Minta Maaf tak berarti lemah.
Memaafkan lebih bermanfaat daripada mendendam dan “main tangan”.
Kemampuan bukan datang dari kekuatan fisik. Kekuatan datang dari keinginan dan niat yang gigih dari dalam hati.”
Banu :”Ah, omong kosong ah dengan semua ini. Kagak percaya aku”
19 September 2009 Kampung Manggis, 15:30.
Suasana kampung diguyur hujan lebat. Karena besok udah lebaran si Banu dititipin enyak nya buat membeli keperluan lebaran. Banu yang sedang buru-buru sambil berlarian membawa belanjaan seabrek. Sesekali juga dia menggerutuk enyak nya karena menyuruh dia pergi belanja. Dipersimpangan jalan saking mau cepet-cepet pulang kerumahnya, dari sisi yang lain ada seorang pemuda juga yang berlari dengan kencang.
Akhrinya…Brakkk…tubrukan tidak terhindarkan dan kedua pemuda tersebut.
Kedua belanjaan pemuda tersebut berhamburan kemana-mana. Seperti biasa Banu naik pitam, dengan kesal dia mendatangi pemuda malang tersebut dengan tujuan mau menghajarnya. Tiba-tiba ada bunyi petir yang menyambar, ketika itu juga Banu teringat nasehat yang diberikan Iman kepada Banu
“Minta Maaf tak berarti kalah. Minta Maaf tak berarti lemah. Memaafkan lebih bermanfaat daripada mendendam dan “main tangan. Kemampuan bukan datang dari kekuatan fisik. Kekuatan datang dari keinginan dan niat yang gigih dari dalam hati.”
Sambil berjalan diapun merenungi maksud dari perkataan Iman tersebut sambil melakukan kilas balik perilaku yang dia pernah perbuat. Dia pun berpikir bahwa mungkin perbuatan yang dia lakukan itu agak keterlaluan, tapi dia juga berpikir tidak masalah donk kalau dia menghajar mereka wong emang salah mereka kog. Setan dan Malaikat pun berperang di dalam pikiran Banu. Sesampainya di tempat pemuda tersebut yang jatuh, ternyata Banu menyodorkan tangannya kepada pemuda tersebut dan meminta maaf dan mengakui itu kesalahannya. Biarpun sebenarnya itu bukan kesalahan dia.
Mulai saat itu Banu mulai belajar betapa berartinya kata “Maaf”. Dan saat itu pula julukannya Banu si “pemarah” menjadi Banu si “pemaaf”.
Manusia di kehidupannya sehari-hari, seringkali hanya karena masalah sepele bisa menimbulkan percekcokan, pertengkaran, permusuhan, bahkan dalam skala besar bisa menimbulkan peperangan. Semua berpangkal pada keinginan memuaskan ego atau gengsi manusia yang merasa benar sendiri, mau menang sendiri. Kalau itu tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka akan timbul dampak kelanjutannya berupa lahirnya kebencian, dendam, dan penderitaan yang berkepanjangan.
Jika manusia mampu meredam ego, mau menang sendiri, dan berinisiatif mengakui kesalahan dan memohon maaf, seperti cerita di atas tadi, maka banyak masalah pertengkaran dan permusuhan bisa diredam bahkan dihilangkan. Sebagai gantinya, akan lahir kedamaian dan keharmonian yang seutuhnya.
Berhubung dapat moment yang pas buat saling bermaaf-maafan hendaknya kita mulai dari sekarang. Yang sifatnya masi pemarah seperti “Banu” hendaknya kita belajar seperti dia, sehingga dapat menjadi “Banu si pemaaf”. Bermaaf-maafan tidak hanya kita lakukan pada bulan ramadhan dan lebaran idul fitri saja lho. Mengakui kesalahan sendiri membutuhkan jiwa besar, dan berjiwa besar tentu butuh belajar dan berlatih, di setiap kesempatan.
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Thursday, September 17, 2009
24:00
Pernahkah kamu merasa ingin kembali memutar waktu?
Atau pernahkan kamu berpikir waktu itu begitu cepat berputar?
Atau juga pernahkah kamu berpikir apakah kamu udah memanfaatkan waktumu dengan baik dan maksimal?
Waktu berputar sangat cepat tanpa pandang bulu siapapun itu. Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu sampai banyak hal yang telah kita rencanakan menjadi terhambat atau bahkan tidak dilakukan sama sekali. 24:00 yang memisahkan antara hari ini dan hari esok.
24:00 juga yang akan membuat waktu terus melangkah maju dan membuat manusia bertambah tua 1 hari..Apakah Rahasia dari 24:00 dan bagaimana kita menyikapinya???
Kita semua diberi anugrah oleh Tuhan YME berupa waktu yang sudah ditentukan lama dan tidaknya. Jatah waktu yang kita miliki tak dapat ditambah atau dikurangi.
Setiap manusia mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam tanpa ada kelebihan waktu sedetik pun. Jadi apa yang membedakan tiap orang? Yang membedakannya adalah bagaimana cara mereka memanfaatkan waktu secara maksimal dan bermanfaat.
Tetapi yang menjadi persoalan bukan lama atau tidaknya kesempatan waktu yang kita miliki, melainkan seberapa pandai kita menggunakan waktu tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain dan alam semesta. Waktu adalah anugrah yang sangat berharga, jauh lebih bernilai dibandingkan materi sebesar apa pun. Demikian pentingnya waktu yang tak lain adalah nasib dan kehidupan kita sendiri. Bila kita menyia-nyiakan waktu, sama seperti kita mematikan masa depan dan membunuh diri kita secara perlahan. Oleh sebab itu manfaatkanlah waktu hanya untuk tujuan-tujuan yang positif.
Sebagian orang mampu memanfaatkan waktu untuk melakukan banyak hal positif dan produktif. Di lain pihak, justru menghabiskan waktu dengan tidak melakukan apa-apa. Bahkan bagaimana dengan pihak lain yang malah menghabiskan waktunya untuk hal yang sama sekali tidak bermanfaat.
Waktu mengubah semua hal, kecuali kita. Kita mungkin menua sejalan dengan berjalanannya waktu, tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus mengubah diri kita sendiri
Berikut beberapa tips sederhana yang dapat kita lakukan bersama-sama untuk melakukan pengaturan waktu yang lebih baik:
1. Jangan Menunda.
Salah satu kebiasaan buruk kita adalah suka menunda. Suka menunda adalah salah satu penyakit mental manusia, yang diciptakan oleh kita sendiri buah dari kebiasaan-kebiasaan kita.
Saat kita menunda sesuatu, itu berarti memperlambat pencapaian tujuan kita saat ini dan menghalangi kesempatan di masa mendatang. Dalam suatu kondisi waktu beberapa detik saja dapat menentukan nasib seseorang. Cara untuk mencegah penundaan adalah dengan merancang deadline dan targeting untuk tujuan yang harus dicapai.
2. Kenali kegiatan yang kita lakukan.
Memori otak kita mungkin adalah pengingat yang payah, jika ini berhubungan dengan menetapkan bagaimana kita melewatkan waktu. Cara terbaik untuk merekam aktivitas kita sepanjang hari adalah dengan mencatat apa yang kita lakukan. Kebanyakan orang akan menemukan kalau mereka memiliki tiga jam dalam tiap hari yang sebenarnya dapat digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat atau tindakan yang efisien. Kurangi waktu yang kita gunakan
untuk bertelepon, membolak-balik majalah atau surfing di web yang tak menghasilkan apapun, dan batasi kegiatan-kegiatan yang tak terlalu penting.
3. Buat jadwal / agenda kegiatan yang tepat
Dalam memanfaatkan waktu yang efisien, pembuatan
jadwal dalam agenda hidup, akan membantu kita lebih efektif dalam mengelola
waktu dan menghindari dari aktifitas yang kurang bermanfaat.
4. Berkonsentrasi pada hasil
Banyak orang melewatkan waktu mereka sepanjang
hari dengan aktivitas yang super padat, tapi hanya membuahkan yang sedikit hasil. Itu dapat terjadi karena mereka tidak berkonsentrasi pada hal yang benar. Jangan terkecoh antara bekerja secara efisien dan bekerja secara efektif. Beberapa kegiatan dapat membebaskan dari tekanan tapi itu tak mencapai tujuan kita. Contohnya ngeteh, ngopi, chatting dolo..
5. Buat rencana tindakan.
Sebuah rencana tindakan merupakan daftar pendek dari tugas yang harus dilengkapi untuk mencapai sebuah tujuan, dimana fokus utamanya adalah pencapaian tujuan. Jika kita mempunyai tujuan/ keinginan mencapai sesuatu, buat gambaran gamblang dari rencana tindakan, ini akan memberi kita kesempatan untuk lebih berkonsentrasi pada tahap pencapaian itu, dan memonitor kemajuan pencapaian tujuan kita.
6. Merespon dengan cepat
Secepat mungkin menyelesaikannya urusan ketika memungkinkan, lakukan tindakan pada hari yang sama saat Anda menerimanya. Jangan
biarkan pikiran kita jadi terbebani dengan tugas-tugas yang akan bertumpuk.
7. Jadwalkan waktu untuk bersantai
Saat kita mengatur waktu untuk usaha dan rutinitas kita, pastikan menyisihkan waktu untuk bersantai dan menenangkan pikiran.
8. Bersikap tegas pada waktu kita
Dengan beberapa point-point diatas diperlukan kesadaran oleh diri kita sendiri mengenai betapa pentingnya waktu kita. Perlu adanya sikap tegas dalam menjalankan agenda kegiatan kita tersebut. Kecuali ada halangan yang sangat penting sekali yang dapat membuat jadwal kita menjadi sedikit goyah, Usahakan kegiatan yang tidak sempat kita lakukan tersebut dilakukan sesegera mungkin.
Dengan kita bisa memanfaatkan atau mengatur waktu yang ada kita dapat menciptakan peluang yang lebih besar, peluang untuk usaha lebih baik, peluang untuk beribadah lebih baik, peluang untuk kerja lebih baik,peluang untuk melakukan kegiatan yang lebih baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain atau peluang menjadi sukses akan dapat di capai lebih singkat jika kita bisa memanfaatkan waktu
Hargai waktumu yang masih tersisa...
Untuk itu, kita harus sebaik mungkin memainkan hidup. Bekerja keras dan terampil menggapai cita-cita, pandai menyusun rencana, , konsisten dalam mengatur waktu,
karena waktu tidak akan bisa berputar kembali, sekali waktu terbuang, tak
kan pernah waktu kembali. Masa depan 24:00 ditentukan oleh kita sendiri. Apa yang kita lakukan saat ini itulah yang akan menentukan masa depan kita.
Tuesday, August 25, 2009
Stop Dreaming Start Action
Jawabnya hanya satu yaitu “diri kita sendiri”. Diri kita yang membuat kemampuan tersebut tidak dapat kita maksimalkan. Diri kita juga membuat kita lebih senang menunda waktu dan bermalas-malasan dari pada berusaha mewujudkan impian masa depan dan cita-cita kita tersebut.
Stop Dreaming Start Action lah yang membedakan orang sukses mencapai cita-cita masa depannya dan orang yang hidupnya selalu statis dan tidak mendapat apapun.
Ada beberapa tipe manusia yaitu:
-Manusia tipe pertama adalah orang yang tidak mempunyai impian (parah banget neh kalo kita jadi orang seperti ini). Hidup orang ini seperti perahu yang terombang-ambing di lautan tanpa tahu arah tujuannya.
Kacau neh jika kita tergolong tipe pertama. Musti cepat sadar diri dah. Kalo gag bisa berabe ntar. Semua impian masa depan kita gag bakalan kesampean.
-Manusia tipe kedua adalah orang yang mempunyai cita-cita tetapi tidak mau / males berusaha dalam mengejar cita-cita masa depannya tersebut. Tipe orang ini udah agak mendingan sih. Dia udah punya impian Cuma realisasi tindakannya belum ada. Ibarat kata DO NO (Dream Only No Action). Hal ini juga tidak bagus karena idealnya Have a Dream, Make a Process, and Stop Dreaming Start Action.
-Manusia tipe ketiga adalah orang yang mempunyai impian dan berhasil mengejar cita-cita yang diharapkannya. Tipe orang seperti ini yang patut kita jadikan teladan. Tipe orang ini telah dapat menerapkan slogan Stop Dreaming Start Action dengan luar biasa. Salah satunya adalah Mas Joko Susilo.
-Manusia tipe keempat adalah orang-orang yang hanya bisa melihat kesuksesan ataupun kegagalan orang lain saja. Tipe orang seperti ini hanya dapat mengagumi kesuksesan orang lain, dan menertawakan kegagalan orang lain.
Jadi apa yang kita harapkan tentu sama yaitu ingin menjadi orang berhasil dan sukses dalam mengejar impian kita. Tapi apakah kita udah punya Action yang tepat???.
Semua berawal dari dalam diri kita sendiri apakah kita mau berusaha mencapai cita-cita masa depan kita tersebut. Atau kita hanya bisa menjadi seorang yang memegang teguh prinsip “DO NO” (Dream Only No Action).
Tentulah kita tidak mau impian kita hanya merupakan “khayalan” semata, Oleh karena itu marilah kita bersama-sama mengaplikasikan slogan Have a Dream, Make a Process, Stop Dreaming Start Action supaya tercipta masa depan yang sesuai dengan impian kita.
Monday, August 17, 2009
Masa Depan adalah Rahasia Kehidupan

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh orang yang meng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan
tersebut. Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, pelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik .
Ada seorang anak melakukan magang kerja di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di
toko tsb. Selain memperbaiki sepeda tsb, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Pegawai-pegawai lainnya menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah pemilik sepeda mengambil sepedanya,
anak tersebut di tarik untuk bekerja di perusahannya. Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah,jadilah orang yang punya inisiatif dan kemauan.
Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah. Temannya berkata: "Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur". Petani menjawab: "Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang
membina anakku". Ternyata membina masa depan seorang anak bukanlah hal yang sulit, cukup membiarkan dia rajin bekerja .
Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: "Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara
mencarinya?". Ada yang menjawab: "Cari mulai dari bagian tengah". Ada pula yang menjawab: "Cari di rerumputan yang cekung ke dalam". Dan ada yang menjawab: "Cari di rumput yang paling tinggi ".
Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: "Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana". Ternyata jalan menuju keberhasilan masa depan sangat gampang, lakukan segala
sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, tanpa kenal putus asa.
Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: "Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku".
Katak di pinggir jalan menjawab: "Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah". Beberapa hari kemudian katak sawah menjenguk katak pinggir jalan dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.
Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, berusaha menghindari kemalasan. Dan janganlah takut untuk berinovasi dan mengalami perubahan dalam hidup kita, karena hal itu akan membuat kita mendapat betapa berharganya pelajaran hidup. Dan itu justru akan membuat kita makin kuat bukan lemah
Seorang pria termenung di tepi pantai, dia melihat betapa luas dan indahnya laut. Akhirnya dia mencoba mengambil kanvas dan menggambar pemandangan laut itu. Dia menggambarkan adanya Hujan Badai dan angin sepoi-sepoi, dan ada sebuah perahu kayu yang terombang ambing di lautan. Sepertinya ingin mencapai sebuah pulau yang terletak di ujung gambar tetapi masih terlihat samar-samar.
Laut = Mencerminkan hidup kita sendiri yang perjalanannya masih sangat panjang. Laut juga mencerminkan adanya kemampuan yang tak terbatas didalam diri kita sendiri, kecuali pikiran kita sendiri yang membatasinya.
Hujan Badai = gangguan-gangguan/hambatan-hambatan yang seringkali muncul di dalam kehidupan kita.
Angin Sepoi-sepoi = orang-orang istimewa di dalam hidup kita yang selalu ada di ‘samping’ kita dan memberikan motivasi,dukungan,bantuan,dan nasehat.
Perahu kayu = diri kita sendiri yang sedang menjalani kehidupan.
Pulau = Refleksi atas tujuan hidup kita yang masih samar-samar, walaupun tidak tertutup kemungkinan kita akan dapat menggapai tujuan hidup kita tersebut.
~Never Late For Learning~
Sunday, June 28, 2009
Kekuatan Pikiran & Refeksi Hidup Manusia

==========================================================
Pasti ada yang melihat gambar itu seperti gambar wajah nenek-nenek yang udah tua dan keriput
Eh ada pula yang melihat itu seperti gambar wajah putri mahkota yang cantik jelita.
Coba amati lagi gambar tersebut,mungkin Anda sedang mengantuk jadi salah melihat gambarnya, atau mungkin Anda belum memasang kacamata Anda.
Jadi sebenarnya apa sih yang terlihat dari gambar tersebut.
Jawabannya mudah sebenarnya gambar itu memiliki 2 bentuk tetapi hanya dalam posisi yang berlawanan. Kalau Anda perhatikan baik-baik ternyata gambar itu sama kok.
Coba Anda bandingkan gambar diatas dengan gambar dibawah ini.

Jadi apakah mata Anda salah atau gimana sih sebenarnya???
Mata Anda tentu saja masih bagus,tenang ajah. Gambar tersebut ibarat cermin yang menunjukkan bagaimana pikiran kita bekerja dan tiap manusia memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu hal.
Dari gambar diatas juga merefleksikan kepada kita tentang bagaimana realita hidup ini ( ada yang muda,tua,cantik,jelek,pintar,kaya,miskin,dsb).
Mengingatkan kita pada dua sisi uang logam. Yang tidak terelakkan jika kita melemparkan uang logam, maka diantara kedua sisi tersebut lah yang akan muncul.
Manusia mempunyai pola pikir dan pola pandang yang berbeda-beda terhadap apa yang terjadi pada dirinya. Ada yang melihat suatu hal secara positif, dan ada pula yang melihatnya dai sudut pandang yang negatif.
Sebuah kisah yang mungkin kita bisa ambil pelajaran. Si Asep dan Si Dadang mempunyai pekerjaan yang sama yaitu sebagai pemulung.
Suatu ketika saya bertanya pada Asep "Sep, Apa yang sedang kamu kerjakan???". Dia menjawab dengan penuh rasa negatif dan pesimis "Aku tiap hari kerjaanya hanya mengumpulkan sampah, betapa menderita dan sengsaranya diriku".
Lalu saya pun bertanya kepada temannya yang bernama Dadang dengan pertanyaan yang sama pula. Ajaibnya si Dadang mempunyai pemikiran yang sangat luar biasa. Dengan mantap dan penuh percaya diri dia menjawab "Aku sedang mengumpulkan sampah. Aku membantu mendaur ulang sampah-sampah bekas ini, karena melalui perantaraku lah pabrik-pabrik dapat mendapatkan bahan untuk di daur ulang. Dan aku juga lah yang mencoba menciptakan kota Jambi yang bersih."
Dari kisah diatas kita tidak dapat mengatakan si Asep salah karena begitu pasrah pada kehidupan, keduanya benar kog.
Dalam hidup kita tentu saja kita sering dihadapkan pada berbagai macam persoalan hidup dan masalah-masalah tersebut akan menyangkut masa depan kita ke depan. Kita dapat menghadapi masalah yang terjadi pada hidup kita dengan tenang atau dengan sembrono itu sah-sah saja. Tapi, dengan konsekuensi dampak dari perbuatan kita tersebut di masa depan.
Kedua pemulung tersebut pun memiliki cara yang berbeda-beda dalam menyikapi rahasia masa depan dan kehidupannya.
Cara Pertama Anda bisa mengambil hikmah dan menjadikannya pengalaman berharga dari setiap masalah yang ada. Mencoba bertahan sekuat mungkin dalam menghadapi cobaan sampai keadaan tak mendukung lagi sehingga kata "Give Up" terlontar dari mulut Anda, atau Anda dapat mengikuti cara satunya lagi dengan cara menghujat setiap masalah yang ada dan menganggap itu suatu kemalangan dan ketidakadilan hidup yang takkan bisa kita selesaikan.
Emang benar bahwa menghujat dan berfikir negatif adalah hal termudah daripada kita mengambil tindakan (take action) dari masalah yang terjadi. Hal yang juga aku dapat rasakan tiap kali ada masalah. Tapi perlu kita ingat bahwa jika tiap kali kita melakukan hal tersebut. Itu akan membuat situasi menjadi lebih buruk, semakin sulit diatasi dan lebih berat dari keadaan sebenarnya. Dan akan membuat orang disekitar anda akan merasa tertekan dan tidak nyaman, dan mengurangi kesempatan anda untuk menyelesaikan secara efektif dan ‘kepala dingin’. Hal lainnya seperti rujukan buku ‘The Secret’ karangan Rhonda Byrne dan banyak psikolog mengatakan bahwa dengan kita sering menjejali pikiran kita dengan sikap pesimis dan negatif akan membuat Alam dan dewi fortuna seakan-akan semakin menjauhi kita. Hal itu akan membuat mindset kita menjadi mindset pesimis akan hidup dan masa depan kita. Pikiran kita mempunyai daya tarik pada alam sesuai dengan apa yang kita pikirkan.
So gimana jika kita bersama-sama mencoba belajar membangun mindset positif terhadap kehidupan dan masa depan. Karena tiap manusia itu ‘unik’ dan mempunyai rahasia masa depan yang musti di gali dari dalam dirinya. Mari kita menyikapi masalah dan kemunduran bukan sebagai kegagalan, tetapi mari kita berpikir jernih dengan menganggap saat mengalami kemunduran adalah saat kita kembali melihat ke dalam diri (introspeksi) dan saatnya untuk melihat lebih jelas pandangan jauh ke depan. "Beberapa langkah mundur tapi untuk melesat ke depan"
Monday, June 1, 2009
Lentera Hati
Mereka menginap beberapa hari di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Sambil menceritakan bagaimana rahasia ayahnya dapat sesukses ini dan memiliki masa depan yang sangat lebih dari cukup.
Pada perjalanan pulang, sang Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat luar biasa Ayah"
"Kau lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin" kata ayahnya.
"Oh iya" kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?" tanya ayahnya.
Kemudian si anak menjawab.
"Saya saksikan bahwa :
Kita hanya punya satu anjing, mereka punya empat.
Kita punya kolam renang yang luasnya sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki bintang-bintang pada malam hari.
Kita memiliki patio sampai ke halaman depan, dan mereka memiliki cakrawala secara utuh.
Kita memiliki sebidang tanah untuk tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita.
Kita punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri.
Kita mempunyai tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat untuk saling melindungi."
Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan kepada saya betapa miskinnya kita."
Betapa seringnya kita melupakan apa yang kita miliki dan terus memikirkan apa yang tidak kita punya.
Apa yang dianggap tidak berharga oleh seseorang ternyata merupakan dambaan bagi orang lain.
Semua ini berdasarkan kepada cara pandang seseorang. Bagaimana kita menyikapi hidup ini karena hidup ini menyimpan banyak sekali rahasia masa depan yang terpendam. Misteri itu masih menunggu untuk digali menggunakan potensi yang ada dalam diri kita.
Thursday, May 21, 2009
Unforgettable Moment
Hari-hari terakhir pekerjaan kantor sangat melelahkan. Tidak ada
waktu untuk 'memanjakan' diri sendiri. Bahkan saat akan beristirahat
pun, segala masalah dan tugas dalam pekerjaan selalu menghantui
pikiran. Jadi Sabtu kemarin aku habis kan waktu dengan tidur
seharian. Membaca buku, menonton televisi, dengar kaset. Laptop
yang tergeletak di atas meja tidak aku sentuh sedikit pun. "Masa
bodoh" pikirku. Sendok suapan terakhir telah masuk ke dalam perut. Wah, kenyang juga. Kubenahi segala dokumen yang dibutuhkan dan segera keluar kantor mencari taxi. Sudah 5 menit aku menunggu, akhirnya taxi yang kutunggu datang juga. "Daerah kota pak" seruku pada supir taxi. "Kotanya di mana pak?", dia menimpali.
"Wah, namanya apa yah?" aku sendiri tidak begitu ingat.
"Nanti saya tunjukkan jalannya kalau sudah sampai di sana"
"Baik Pak". Suasana hening.
Tidak beberapa lama pak supir berkata, "Tadi orang yang pakai taxi
ini sebelum Bapak, naik dari Taman Anggrek". Dekat amat pikirku. Kantorku ada di daerah Citraland. "Kok mau sih pak?" ucapku. "Wah tidak baik menolak rejeki. Kalau Tuhan sudah kasih berkat, masa kita tolak", ujarnya dengan logat batak yang masih terasa. "Kalo supir lain sih pasti nolak. Kalau saya, ngak masalah, dekat atau jauh toh berkat dari Tuhan." "Wah, berfilsafat dia.", pikirku. "Tapi sebenarnya untung juga sih kalau nariknya deket. Tadi saja saya di kasih uang 10.000. Padahal argonya nggak sampe 5 ribu. Saya senang juga. Tapi sebenernya saya ngak tega kalo mesti nolak. Dia kan pasti mau buru-buru. Bagaimana rasanya, sesudah duduk, eh malah saya tolak. Sakit hati kan".
"Iya juga yah", pikirku. Suasana hening kembali. Kuperhatikan wajahnya dari kaca mobil. Keliahatannya ceria, tidak seperti sopir-sopir taxi yang lain. Yang rata-rata wajahnya cemberut. "Bapak sudah lama jadi sopir taxi", Tanyaku memecah keheningan. "Baru empat tahun Pak." "Sebelumnya kerja di mana?" "Dulu saya kerja di perhotelan."
"Kerja di bagian apa Pak?" "Manager operasional" Hah?
Tidak salah dengar? Manager ? ngak mungkin ah.. "Anak buahnya
banyak pak?", tanyaku sedikit menyelidik. "Ada sekitar 100
orang". "Terus, koq sekarang malah jadi sopir taxi" "Wah, panjang ceritanya Pak." "Oh.", gumanku dan tidak bertanya lebih lanjut, kelihatannya ada kenangan pahit yang dia alami.
"Biasalah pak korban kena sikut", ujarnya meneruskan, "Padahal dia
teman baik saya. Tidak menyangka dia akan berbuat seperti itu. Tapi
buat saya itu ngak masalah. Saya percaya Tuhan pasti akan tetap
membimbing saya. Buktinya saya langsung bisa dapat pekerjaan lagi. Walaupun tidak sehebat seperti dahulu. Yah, sudah cukuplah, untuk kebutuhan sehari-hari". "Kenapa Bapak tidak mencoba melamar di hotel lain?" "Nama saya sudah rusak Pak."
"Pasti karena di fitnah oleh teman baiknya itu", pikir ku...
Kuperhatikan lagi wajahnya. Tetap ceria seperti tadi. Tidak nampak
terbeban. "Lebih enak jadi sopir atau kerja seperti dulu Pak?",
tanyaku. "Wah, enak atau enggak tergantung hati kita Pak.
Pokoknya kita mesti sadar, bahwa apa yang kita punya saat ini, Tuhan
yang memberi. Mengucap syukur senantiasa. Sukacita bukan datang dari
luar, tapi dari dalam diri kita. Jadi kalau di tanya lebih enak mana, dulu atau sekarang, jawabannya yah: dua-duanya. Mau jadi apa
aja ngak masalah, yang penting ada rasa syukur, pasti sukacita itu datang dengan sendirinya." Wah, jadi malu aku.
Aku yang sejak kecil di didik dalam keluarga percaya, masih mengeluh
kan pekerjaan yang saya terima. Padahal kalau dibandingkan dengan
sopir taxi, pekerjaan saya jauh lebih enak. Dengan penghasilan yang
lebih tinggi tentunya. Tapi, dasar! Nggak ada ucapan syukurnya.
Aku jadi teringat akan nasehat yang mengatakan "Jika kita melakukan
sesuatu,lakukanlah segala sesuatu seperti kita melakukan untuk Tuhan". Hmmm, hari ini aku di sadarkan kan oleh seorang taxi. Hari ini aku di kuatkan kembali untuk selalu bersyukur dalam segala hal.
Manusia telah diberi anugerah berupa kemampuan yang dimilikinya. Potensi-potensi tersebut perlu kita gali agar kita dapat membuka tabir "Rahasia Masa Depan" yang masih buram. Tetapi selain kemampuan / skill kita juga sangat membutuhkan yang namanya usaha. Karena tanpa usaha semua hal akan sia-sia belaka. Tiada hal yang mustahil. Tanpa usaha kita tidak akan dapat mengetahui hasil yang akan kita dapatkan.
Ingat 99% adalah usaha dan 1% adalah potensi diri
Terus mencoba dan belajar demi mendapatkan pelajaran hidup...
Friday, April 24, 2009
WORTEL, TELUR DAN KOPI
menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak
tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah
untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul
masalah baru. Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Dengan bijak dia menunjukkan suatu rahasia pada anaknya. Ia mengisi
3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.
Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh
wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh
kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa
berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar,
memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit,
sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di
mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain,
dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya
mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan
merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya
mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia
mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya
memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi
dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti
semua ini, Ayah ?"
Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah
menghadapi 'kesulitan' yang sama, melalui proses perebusan, tetapi
masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda. Wortel sebelum
direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus,
wortel menjadi lembut dan lunak. Telur sebelumnya mudah pecah.
Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi
setelah direbus, isinya menjadi keras. Bubuk kopi mengalami
perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi
merubah air tersebut.
"Kamu termasuk yang mana ?," tanya ayahnya. "Ketika
kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu
wortel, telur atau kopi ? "Apakah kamu adalah wortel yang
kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan,
kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."
"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati
lembut ? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian,
patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan
kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan
keras dengan jiwa dan hati yang kaku ?"
"Ataukah kamu adalah bubuk kopi ? Bubuk kopi merubah air
panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya
yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai
suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat." "Jika kamu seperti bubuk
kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi
semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."
Itulah nasehat bijak dari ayahnya. Hal itu juga pastinya berhubungan dengan diri kita semua. Apakah kita memiliki semangat gigih dalam menghadapi suatu masalah. Semuanya ditentukan oleh diri kita sendiri untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
"Ada raksasa dalam setiap orang dan tidak ada sesuatupun yang mampu
menahan raksasa itu kecuali raksasa itu menahan dirinya sendiri …".
