Sunday, May 22, 2011

Kebahagiaan tergantung dari sudut pandang kita

Alkisah ada seorang anak berumur belasan tahun bernama Clark, yang pada suatu malam akan menonton sirkus bersama ayahnya. Ketika tiba di loket, Clark dan Ayahnya mengantri di belakang serombongan keluarga besar yang terdiri dari Bapak, Ibu dan 8 orang anaknya. Keluarga tadi terlihat bahagia malam itu dapat menonton sirkus. Dari pembicaraan yang terdengar oleh Clark dan Ayahnya, Clark tahu bahwa Bapak ke-8 anak tadi telah bekerja ekstra untuk dapat mengajak anak-anaknya menonton sirkus malam itu.

Namun, ketika sampai di loket dan hendak membayar, wajah Bapak 8 anak tadi nampak pucat pasi. Ternyata uang 40 dollar yang telah dikumpulkannya dengan susah payah, tidak cukup untuk membayar tiket untuk 2 orang dewasa dan 8 anak yang total harganya 60 dollar. Pasangan suami istri itu pun saling berbisik, bagaimana harus mengatakan kepada anak-anak mereka bahwa malam itu mereka batal nonton sirkus karena uangnya kurang. Sementara anak-anaknya tampak begitu gembira dan sudah tidak sabar untuk segera masuk ke sirkus.

Saturday, April 9, 2011

Kejujuran lebih berharga dari emas permata

Disuatu desa terpencil dipinggiran kota , tinggalah seorang anak laki-laki bersama 6 saudaranya, kehidupan keluarga ini terlihat sangatlah sederhana, orang tuanya hanya seorang buruh tani, kakak dan adiknya semua masih bersekolah sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang hanya mengurusi keluarga.

Untuk membantu keuangan keluarganya setiap hari selepas pulang sekolah, ia pergi kepasar untuk berjualan asongan. Pada suatu hari saat anak ini sedang menjajakan dagangannya, tiba-tiba ia melihat sebuah bungkusan kertas koran yang cukup besar, terjatuh dipinggir jalan, lalu diambilnya bungkusan tersebut, kemudian dibukanya bungkusan itu, namun betapa kaget dan terkejutnya ia, ternyata isi bungkusan tersebut berisi uang dalam nominal besar yang tidak pernah dilihatnya seumur hidup.

Saturday, November 21, 2009

Curahan Hati

Ini adalah percakapan para bayi yang belum bisa bicara, di Rumah sakit bersalin lebih tepatnya di kamar bayi, tetapi walaupun mereka tidak bisa bicara...Mereka bisa kontak batin antara bayi satu dengan lainnya. Kalau mereka bisa ngobrol, kira-kira percakapan mereka seperti apa yah???..
Dibawah ini ilustrasi motivasi, dimana tiap-tiap bayi saling melontarkan pendapat mereka masing-masing.

“Aku lahir dari buah hati kedua orang tuaku” kata seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah sakit kepada sahabatnya.

“Kalian sungguh beruntung, sewaktu aku lahir, tanpa aku tahu siapa papaku” sahut yang lainnya..
“Wahhh papaku meninggalkan ibuku, setelah aku berada dalam rahim ibuku”
“Wahhh kalian tidak lihat tadi pagi di kamar operasi, bahkan belum sempat dilahirkan hidup ada calon bayi yang sudah meninggal dalam kandungan”

“Hai kawan. Coba lihat, kita masih beruntung bisa lahir dan hidup normal” Ada banyak teman kita yang tidak perlu susah berjuang untuk keluar dari rahim ibunya, cukup dioperasi cesar oleh dokter

Thursday, November 12, 2009

Berikan yang terbaik

Apapun yang akan terjadi besok masih lah merupakan sebuah misteri. Kita dituntut agar waspada dan lebih bijaksana dalam mengelola waktu kita yang ada. Ingat waktu tidak akan bisa diputar kembali. Sekali waktu berjalan maka cukup kali itu saja moment tersebut akan berlangsung. Hasilnya di kemudian hari hanyalah tersisa penyesalan belaka.

Semuanya itu disadari John pada saat dia sedang termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Tuesday, October 27, 2009

Hidup, Belajar Dari Kesalahan

Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, Dalam hidup, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang sebenarnya salah / kurang baik, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan terhadap diri sendiri.
Dan terkadang kita tidak dapat melihat kebenaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini dikarenakan oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.
Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.
semua dikarenakan sangat sulit untuk menilai diri sendiri,
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.

Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk mengubah diri kita kearah yang benar dan positif, semua adalah baik adanya dalam hidup kita.
Tidak ada orang yang selama hidupnya tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kita dapat belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari ( dalam konteks hal yang positif ). maka kita akan menjadi lebih baik lagi.

Friday, October 16, 2009

We Create Our Life


Menangislah sejadi-jadinya dalam semalam..
Karena esok harus mulai merintis masa depan..

Tidaklah mungkin bagi manusia untuk hidup tanpa menghadapi masalah dan kesedihan. Dan tidak ada pula manusia yang dilahirkan dalam bentuk “PERFECT”. Sepintar-pintarnya atau setampan-tampannya dia pasti tetap memiliki kecacatan (imperfect).


Kebanyakan orang mengalami stress yang amat sangat begitu menghadapi masalah, karena mereka beranggapan bahwa hidup itu bebas dari masalah, Padahal sesungguhnya dengan adanya masalah dan kesedihan, orang-orang dapat bertahan hidup dan menciptakan masa depannya, dan karena ada masalah jugalah seseorang baru dapat menghargai hidupnya. Keinginan bebas dari masalah tentu diinginkan banyak orang, termasuk juga saya dan Anda sekalian :)

Tetapi apakah hidup kita bisa demikian? Tanpa masalah? Tentu tidak donk.. ”Life Is Not Flat”. Hidup kita tidak sedatar layar televisi LCD atau Plasma, juga tidak sedatar kaya jendela. Hidup penuh dengan lika-liku, demikian pula masa depan kita penuh suka dan duka.
Bila kita melihat masalah tersebut sebagai sebuah keindahan. Maka hidup kita akan indah, tetapi bila kita melihat masalah sebagai penderitaan yang amat sangat penuh bebas, maka hidup ini pun serasa di neraka dan terasa penuh beban hidup.

Ada sebuah cerita tentang teman kantorku yang begitu luar biasa. Seperti biasa kami masuk kerja jam 8. Di kantor ada wakil pimpinan yang suka uring-uringan dan terkadan lampiasin ke karyawan yang lain ( kita sebut saja si X) . Pagi-pagi temanku datang udah kena semprot si X yang sedang uring-uringan.

Yah tentu saja kita bisa bayangin betapa dongkolnya hati kita kalau misalnya kita dimarahin tanpa sebab dan alasan yang jelas. Sesampainya di lantai atas kantor tempat aku bekerja, dia pun cerita tentang seluk beluk peristiwa nya. Sampai ada sebuah celotehnnya yang membuat aku sangat tertarik yaitu saat temanku mengatakan “ Jangan membiarkan omelan dari dia (red si X) membuatku bad mud dan merusak hari-hariku yang bahagia ini".

Sungguh luar biasa, dia dapat mengubah dari suatu masalah menjadi suatu faktor pendorong yang dapat memicu agar dia menjadi lebih giat dan semangat dalam bekerja. Dia dapat mengubah energi negatife yang dia terima menjadi energi positif, dimana omelan yang dia terima dapat dia redam tanpa melampiaskan lagi ke orang lain. Kalau dilampiasin lagi kan jadinya energi negatif menjadi energi negatif lagi :)

Jangan karena satu masalah dan kita membuat masalah yg baru,
Jangan karena satu masalah membuat kita menderita selamanya,
Jadikan masalah sebagai tantangan untuk diselesaikan, jadikanlah masalah sebagai batu loncatanmu untuk sebuah kesuksesan.
Bila lari dari masalah sesungguhnya didepan sana masalah yang lebih besar akan menghadang dirimu…
Bila tidak lari dari masalah, maka bila ada masalah yang timbul lagi kemudian, setidaknya kau sudah jauh lebih kuat, lebih tegar dan lebih bijak dalam melihat semua duduk permasalahannya.
____________________________________
“Sungguh mudah untuk merasa senang
Bila hidup mengalun bagaikan nada
Tetapi manusia yang berharga
Adalah dia yang dapat tersenyum
Ketika hidup sedang suram”
____________________________________
Jadi, mau dibawa kemana hidup dan masa depan kita ini? kita sendiri yang menentukannya..


Share/Save/BookmarkSubscribe

Thursday, October 8, 2009

Keterbatasan & Masalah ( Bukan ) Akhir Hidup ???

Tak ada manusia yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali segala yang telah terjadi
Kita pasti pernah dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini tak ada artinya lagi

Syukurilah apa yang ada

Hidup adalah anugerah

Tetap jalani hidup ini
Perlakukan yang terbaik.
Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya
Bagi hambanya yang sabar dan tak kenal putus asa...



Kisah yang inspirasional buat renungan masa depan kita. Kisah ini pernah diputar di Kick Andy seminggu yang lalu. Pada malam itu acara Kick Andy mengambil topik bertahan hidup ditengah keterbatasan fisik ( melawan nasib demi masa depan).
Keterbatasan fisik yang ditampilkan ada bermacam-macam, ada yang tuna netra, ada yang cacat tidak mempunya kaki sejak lahir, ada yang tidak mempunyai kaki dan memiliki tangan yang sangat kecil..

Salah satu kisah yang aku ambil yaitu tentang Pak Sidik ( pada gambar Bapak yang memakai baju merah ).
Bapak ini mempunyai keterbatasan fisik tidak mempunyai kaki, hal ini dialaminya sejak lahir. Pak Sidik ini walaupun dengan kondisinya yang demikian, dia dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Setiap pagi dengan menggunakan sepeda motor, dia musti membawa kerupuk-kerupuk ke warung langganannya. Ingat bahwa bapak tersebut cacat !!!

Apa jadinya kalau Pak Sidik tersebut putus asa dan menganggap hidupnya dan masa depannya sia-sia?
Tentu dia tidak akan bisa mandiri seperti saat ini. Walaupun dia tidak mempunyai kaki tetapi dia masih memiliki semangat hidup yang luar biasa untuk hidup dan merintis masa depannya. Dia dapat memilih jalan hidup mandiri yang tepat tanpa mengharapkan bantuan belas kasihan dari orang lain.

Tentu kita dapat mengambil hikmah dari kisah itu, dia dapat membuat kecacatan fisik yang dia alami seakan tidak berarti. Dia dapat terus merintis masa depannya walaupun dengan kondisi demikian. “Dari Fisik yang tidak sempurna dapat menjadikan Hidupnya Sempurna”.


























































Demikian juga gambar diatas yang tak lain dan tak bukan merupakan gambar yang diambil setelah bencana yang melanda kota Padang.
Saya juga turut mengucapkan belasungkawa buat keluarga yang ditinggalkan oleh korban dan semoga amal ibadahnya diterima oleh Yang Maha Kuasa.

Dari peristiwa ini pun saya mendapat pelajaran yang amat berharga, yakni agar dapat menghargai hidup dan masa depan kita. Bencana ini nyaris saja menghancurkan kota Jambi dengan pusat gempa di Kerinci, tapi untung saja bencana ini tidak terjadi. Kita dapat bayangkan betapa pilu jika melihat di televisi, betapa banyak korban dan betapa mirisnya nasib korban-korban yang selamat.

Semoga masyarakat Padang diberi kekuatan okeh Yang Maha Kuasa dan dapat mengambil himah dari bencana ini. Dan rekonstruksi kota Padang akan menjadikan masa depan kota ini lebih cerah, sehingga kota Padang kembali menjadi kota Padang yang indah.
Ingat kalau Tuhan tidak pernah menguji umatnya melebihi kemampuan yang dipunyainya.

Jadi bagaimana, apakah sekarang kita tetap menganggap keterbatasan dan masalah
sebagai akhir hidup?
atau keterbatasan dan masalah
bukan sebagai akhir hidup?

Semuanya tergantung dari kita sendiri :)



Share/Save/BookmarkSubscribe

Wednesday, September 30, 2009

Be A Candle Light


Ada sebuah cerita motivasi dibawah ini. Silahkan dibaca dan diambil kesimpulannya. Seorang pemuda tersesat saat ia melalui sebuah hutan lebat yang dipenuhi semak belukar. Lalu, ia dihadapkan dengan gajah besar yang mulai mengejar dirinya. Dia berlari terus dan akhirnya melihat sebuah sumur tua. Dia kemudian berpikir mungkin sumur tua tersebut adalah tempat yang aman baginya untuk bersembunyi. Dia mengintip kedalam dasar sumur tua tersebut dilihatnya ada seekor ular.
Karena tidak ada pilihan lain, makanya dia memilih bergelantungan sebentar pada akar tumbuhan berjalar sampai gajah itu pergi. Tak disangka ada dua ekor tikus (tikus berwarna putih dan hitam) mulai menggigiti akar tumbuhan berjalar tersebut, dia pun menjadi cemas karena tak ingin sampai jatuh ke dasar sumur dan juga dia belum bisa naik ke atas sumur karena masih ada gajah besar di sana.

Diatas sumur tersebut terdapat sebuah pohon, pada salah satu dahan pohon tersebut terdapat sarang lebah yang penuh madu. Madunya pun menetes jatuh ke muka pemuda tersebut. Si pemuda terlalu serakah dan dia mulai menikmati setiap tetesan madu yang jatuh. Lalu seorang pria pun melintas di dekat sumur tersebut dan mendengar suara dari dalam sumur, dia pun mendekat dan menawarkan bantuan pada pemuda tersebut untuk membantu mengeluarkannya dari sumur itu. Namun karena rasa madu tersebut yang begitu nikmat dia pun menolak bantuan dari pria tersebut dan juga mengabaikan keadaan berbahaya yang dia alami.


Dalam cerita diatas mungkin dapat kita uraikan sebagai berikut :
Gajah disini melambangkan kematian. Kematian selalu mengikuti kita dan membuat kita menjadi tidak bahagia. Kita sebagai seorang manusia selalu dikejar-kejar kematian. Kematian pun selalu ada disekeliling kita. Kalau kita ceroboh sedikit saja dapat berakibat fatal baik bagi masa depan kita maupun orang lain.
Maka dari itu peran gajah disini memotivasi kita untuk menghargai hidup kita ini dengan menjadi pelita bagi sesama. (Be a Light Candle For The Other)

Ular disini melambangkan usia tua. Lambat laun kita pasti akan menjadi tua. Sampai saat ini saja apakah semua harapan dan cita-cita kita buat masa depan kita telah dapat kita wujudkan?
Gag usah semua deh, didiskon ajah menjadi ¾ harapan atau mungkin ½ nya saja. Absolutely not, umur kita yang relatif masih muda adalah masa yang sangat krusial buat masa depan kita. Jika kita dapat mampu mewujudkan harapan pada saat kita masih muda, tentunya juga kita mempunyai banyak waktu untuk menikmatinya. Maka dari itu selagi masih muda, kita berusaha memotivasi diri sendiri menyicil sedikit demi sedikit pengalaman, kepandaian, dan kemampuan yang tentu akan menunjang kesuksesan masa depan kita.
Atau kita hanya dapat mengikuti jalannya waktu, dimana umur yang semakin bertambah tetapi tidak diselingi dengan bertambahnya pengalaman, kebijaksanaan, dan kepandaian..

Akar tanaman berjalar melambangkan kehidupan kita sebagai seorang manusia. Dimana kita juga akan mengalami ups and down ( kesenangan dan kesedihan)

Dua ekor Tikus menggambarkan siang dan malam. Dan dua ekor tikus yang menggerogoti akar tanaman tidak lain adalah laksana siang dan malam di dalam kehidupan manusia. Dari detik pertama kita dilahirkan ke dunia ini, pergantian siang dan malam terus memperpendek usia kita.

Pemuda ibarat seperti seseorang yang mempunyai peran penting dalam masa depan kita yang terkadang terlewatkan begitu saja. Seorang baik hati yang datang untuk memberikan bantuan,dorongan,amupun motivasi guna membawa kita ke jalan yang benar.
Atau mungkin dapat juga kita kategorikan peluang dalam hidup kita yang terbuang begitu saja. Yang peluang tersebut takkan terulang kembali.
Contoh : Peluang usaha menjanjikan yang sudah di depan mata seringkali kita abaikan. Kita lebih suka bersantai-santai dan bersenang-senang.
Ataupun peluang kita mendapatkan pasangan hidup yang cantik/ganteng tetapi kita lewatkan begitu saja karena kita tidak berani mengungkapkan dan melakukan follow up J

Madu adalah kesenangan duniawi yang terus menggoda kita. Dikategorikan menjadi 2 jenis madu.
Madu yang merusak dan madu yang menghambat.
Salah satu contoh madu yang merusak yaitu terjerumus kedalam narkotika. Sedangkan madu yang menghambat yaitu sifat malas yang ada pada setiap manusia.
Tentu saja dari cerita diatas si Pemuda akan dimakan oleh yang namanya usia. Saat dia sedang bersantai,berhura-hura yang kurang bermanfaat, disaat itu pula dia akan dimakan usia.

Dari cerita diatas memotivasi kita memanfaatkan waktu kita sebaik mungkin dengan kegiatan bermanfaat, memang benar jika kita masih muda maka masa depan kita masih panjang. Tapi apakah harapan orang tua kita yang ingin melihat anaknya sukses, bisa diiringi dengan kemalasan dan sifat suka menunda kita???
Tentu tidak karena semakin kita menunda maka semakin tua diri kita dan juga semakin tua orang tua kita.

(Be a Light Candle For The Other)

Share/Save/BookmarkSubscribe

Sunday, September 20, 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430

Buat semua yang merayakannya saya ucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Di moment yang luar biasa ini marilah kita saling bermaaf-maafan dan saling merajut tali silaturahmi ^^


Share/Save/BookmarkSubscribe



Saturday, September 19, 2009

Hikmah Sebuah Kata

Di suatu kampung bernama kampung manggis tinggal seorang pemuda bernama Banu, di kampungnya Banu terkenal brutal dan emosinya yang tidak terkontrol.
Dengan sikapnya yang begitu dia bukannya disegani masyarakat. Eh malahan dia ditakuti dan kalau bisa mereka tidak mau cari masalah dengan dia. Salah-salah malahan bogem mentah melayang.

14 September 2009, Kampung Manggis, 12:34.
Hari itu panas matahari terasa sangat menyengat. Si Banu jalan-jalan di pasar buat membeli keperluan sehari-hari (maklum si Banu kan gag pernah puasa ). Seperti biasa tiap kali Banu jalan-jalan di pasar pasti serasa jalan itu punya engkong nya. Bukan berarti jalanan sepi senyap kayak kuburan lho. Ternyata masyarakat yang ada udah pada nyingkir radius 1 meter dari dia. Salah-salah ada yang nyenggol si Banu, pulang-pulang muka hijau lebam,

Udah udara panas banget tambah masyarakat tidak mau “memperpanas” situasi. Sengaja neh masyarakat tidak mau berurusan dengan si Banu, tiba-tiba ada Bapak paruh baya yang sedang buru-buru menabrak dia sampai barang belanjaannya Banu jatuh berceceran di lantai. Dapat ditebak gimana reaksi si Banu. Mukanya jadi merah, luapan emosinya udah sampai ke ubun-ubun.

Banu : “Hei pak matamu di taroh di mana?”
Banu :”Jelas-jelas badan gwa sebesar ini apa masih kurang gede”

Tanpa sempat berkata apa-apa, Bapak yang gemetaran tersebut langsung di cangking kerah bajunya dan diberi 3 tinjuan.
Masyarakat yang lalu lalang pun hanya dapat iba atas nasib Bapak tersebut dan sepeninggal Banu langsung membantu Bapak tersebut berdiri.


16 September 2009 Kampung Manggis, 14.20.
Saudara si Banu datang dari kampung seberang. Orangnya tenang, sabar, dan tidak gampang emosian, jauh berbeda dengan Banu. Pemuda itu bernama Iman.
Besok nya si Iman ceritanya minta diajak jalan-jalan sama si Banu. Maklum si Iman belum pernah datang ke kampung nya Banu.
Seperti biasa jalan-jalan seakan milik mereka berdua. Kayak jalan tol bebas hambatan, tentu saja karena perangainya Banu.

Ceritanya lagi ada seorang kakek yang menabrak Iman. Bruuuuuuk, keduanya terjatuh. Si Banu membantu Iman berdiri dan kakek tersebut bangun sendiri. Si Banu ikut naik pitam biarpun bukan dirinya yang ditabrak tetapi saudaranya.

Iman : “Kek, Maaf yah udah nabrak kakek. Apakah ada yang luka?”
Kakek :”Gak apa cu, kakek juga salah habis kakek jalan asal nyelonong ajah.”
Pada hari itu si Banu diajarkan si Iman pelajaran berharga mengenai kata “Maaf”.

Pemandangan yang jauh berbeda jika kakek tersebut bertemu sama si Banu, dijamin suasananya pasti akan panas.
Banu tidak mau menerima alasan apapun, jika ada yang telah mengganggunya pasti tangannya ikut “bermain”. Bogem mentah pun melayang.
Dalam perjalanan pulang dia bertanya pada Iman.

Banu :”Man, kog tadi kamu biarin ajah tuh si kakek nabrak kamu?gak kamu hajar ajah tuh kakek?lagian juga bukan kamu yang salah ngapain minta maaf”
Iman :”Gag dunk nu, itu kan hal yang sepele. Emang sih si kakek yang nabrak tapi kan kasihan kalau dia musti digebukin.”
Iman :” Apalah arti kata “Maaf”, biarpun bukan kita yang nabrak dia doloan, tapi dengan adanya kata “Maaf” akan membuat suasana lebih nyaman dan tenang.
Banu :”?????”
Iman:
“
Minta Maaf tak berarti kalah.
Minta Maaf tak berarti lemah.
Memaafkan lebih bermanfaat daripada mendendam dan “main tangan”.
Kemampuan bukan datang dari kekuatan fisik. Kekuatan datang dari keinginan dan niat yang gigih dari dalam hati.”
Banu :”Ah, omong kosong ah dengan semua ini. Kagak percaya aku”


19 September 2009 Kampung Manggis, 15:30.
Suasana kampung diguyur hujan lebat. Karena besok udah lebaran si Banu dititipin enyak nya buat membeli keperluan lebaran. Banu yang sedang buru-buru sambil berlarian membawa belanjaan seabrek. Sesekali juga dia menggerutuk enyak nya karena menyuruh dia pergi belanja. Dipersimpangan jalan saking mau cepet-cepet pulang kerumahnya, dari sisi yang lain ada seorang pemuda juga yang berlari dengan kencang.

Akhrinya…Brakkk…tubrukan tidak terhindarkan dan kedua pemuda tersebut.
Kedua belanjaan pemuda tersebut berhamburan kemana-mana. Seperti biasa Banu naik pitam, dengan kesal dia mendatangi pemuda malang tersebut dengan tujuan mau menghajarnya. Tiba-tiba ada bunyi petir yang menyambar, ketika itu juga Banu teringat nasehat yang diberikan Iman kepada Banu

“Minta Maaf tak berarti kalah. Minta Maaf tak berarti lemah. Memaafkan lebih bermanfaat daripada mendendam dan “main tangan. Kemampuan bukan datang dari kekuatan fisik. Kekuatan datang dari keinginan dan niat yang gigih dari dalam hati.”

Sambil berjalan diapun merenungi maksud dari perkataan Iman tersebut sambil melakukan kilas balik perilaku yang dia pernah perbuat. Dia pun berpikir bahwa mungkin perbuatan yang dia lakukan itu agak keterlaluan, tapi dia juga berpikir tidak masalah donk kalau dia menghajar mereka wong emang salah mereka kog. Setan dan Malaikat pun berperang di dalam pikiran Banu. Sesampainya di tempat pemuda tersebut yang jatuh, ternyata Banu menyodorkan tangannya kepada pemuda tersebut dan meminta maaf dan mengakui itu kesalahannya. Biarpun sebenarnya itu bukan kesalahan dia.
Mulai saat itu Banu mulai belajar betapa berartinya kata “Maaf”. Dan saat itu pula julukannya Banu si “pemarah” menjadi Banu si “pemaaf”.

Manusia di kehidupannya sehari-hari, seringkali hanya karena masalah sepele bisa menimbulkan percekcokan, pertengkaran, permusuhan, bahkan dalam skala besar bisa menimbulkan peperangan. Semua berpangkal pada keinginan memuaskan ego atau gengsi manusia yang merasa benar sendiri, mau menang sendiri. Kalau itu tidak bisa dikendalikan dengan baik, maka akan timbul dampak kelanjutannya berupa lahirnya kebencian, dendam, dan penderitaan yang berkepanjangan.

Jika manusia mampu meredam ego, mau menang sendiri, dan berinisiatif mengakui kesalahan dan memohon maaf, seperti cerita di atas tadi, maka banyak masalah pertengkaran dan permusuhan bisa diredam bahkan dihilangkan. Sebagai gantinya, akan lahir kedamaian dan keharmonian yang seutuhnya.

Berhubung dapat moment yang pas buat saling bermaaf-maafan hendaknya kita mulai dari sekarang. Yang sifatnya masi pemarah seperti “Banu” hendaknya kita belajar seperti dia, sehingga dapat menjadi “Banu si pemaaf”. Bermaaf-maafan tidak hanya kita lakukan pada bulan ramadhan dan lebaran idul fitri saja lho. Mengakui kesalahan sendiri membutuhkan jiwa besar, dan berjiwa besar tentu butuh belajar dan berlatih, di setiap kesempatan.

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430
Minal Aidin Wal Faidzin
Mohon Maaf Lahir dan Batin



Share/Save/BookmarkSubscribe